15 Jul 2017

Kunci Ajaib

Dimuat di Majalah Bobo No.10 (15 Juni 2017)

Kunci Ajaib
Oleh Rh Mandala

Nyonya Felina adalah pemilik toko alat-alat pertukangan. Aneka macam alat pertukangan, seperti obeng, palu, tang, waterpass, penggaris, rol meter, bor, dan sebagainya dijual di tokonya.
Beberapa hari ini, Nyonya Felina memajang berbagai jenis kunci di etalase tokonya. Dari kunci pintu sampai kunci brankas, dipajang di sana. Namun, ada sebuah kunci yang menarik perhatian pengunjung tokonya. Bentuknya agak aneh, tidak seperti kunci pada umumnya. Menurut Nyonya Felina, kunci itu memang ajaib. Bisa membuka apa saja.
Dalam waktu singkat, berita itu tersebar ke seluruh penjuru kota. Orang-orang berduyun-duyun mendatangi toko Nyonya Felina. Melihat bentuknya yang aneh, mereka yakin kunci itu memang ajaib. Mereka pun berebut ingin memilikinya. Sayangnya, Nyonya Felina tidak menjualnya.
“Berapapun harganya, akan saya bayar,” bujuk sesorang laki-laki bertubuh besar.
“Sekali lagi mohon maaf. Anda boleh membeli apa saja di sini, kecuali kunci yang satu itu,” kata Nyonya Felina sambil tersenyum ramah.
“Nyonya Felina. Saya kesulitan membuka kotak perhiasan ini. Bolehkah saya meminjam kunci ajaib milik Nyonya?” kata seorang gadis tiba-tiba. Di tangannya ada sebuah kotak perhiasan mini yang cantik.
Nyonya Felina menanggapi gadis itu dengan ramah. “Oh, maaf, kunci itu bukan benda sembarangan. Tidak boleh dipinjamkan. Tetapi, kalau mau lihat-lihat saja, silakan,” kata Nyonya Felina sambil menunjuk etalase tempat memajang semua kuncinya.
Lo, di mana kuncinya? Nyonya Felina kaget. Ternyata, kunci itu tidak ada di tempatnya. Beberapa pengunjung toko yang tadi mengagumi kunci itu diam-diam sudah pergi. Nyonya Felina panik. Ia bertanya pada semua pengunjung toko yang masih tinggal. Namun, tidak ada yang tahu, di mana kunci itu berada.
Nyonya Felina tampak sedih. Sebenarnya, ia mencurigai seorang yang bernama Pionso. Waktu pergi tadi, Pionso tampak buru-buru. Sepertinya ada sesuatu yang ia sembunyikan di tangan kirinya. Sayangnya, Nyonya Felina tidak punya bukti atau saksi untuk menuduh Pionso.
Malam harinya, Nyonya Felina tidak dapat tidur. Ia gelisah memikirkan kuncinya yang hilang. Wajah Pionso selalu terbayang dalam pikirannya.
Tiba-tiba, terdengar suara ribut-ribut. Nyonya Felina mengintip lewat jendela. Beberapa saat kemudian, terlihat seorang laki-laki bertubuh besar digiring dua orang polisi. Nyonya Felina teringat. Laki-laki itulah yang ngotot ingin membeli kunci ajaibnya.
Keesokan harinya, Nyonya Felina menyambut ramah Pak Jiman, kepala lingkungan yang pagi-pagi datang mengetuk pintu rumahnya.
“Terima kasih atas kerja samanya, Nyonya Felina. Berkat Nyonya Felina akhirnya Vilado, si pencuri spesialis rumah kosong yang selama ini meresahkan warga bisa terungkap dan kami tangkap,” kata Pak Jiman.
“Itu juga berkat kecerdikan Pak Jiman,” balas Nyonya Felina merendah.
“Menurut saksi mata, Vilado kesal karena kunci ajaib milik Nyonya Felina tidak bisa untuk membuka gembok rumah mewah yang menjadi sasarannya,” kata Pak Jiman sambil tertawa. “Karena lama tidak bisa membuka gembok dengan kunci ajaib itu, ia jadi kesal dan akhirnya menendang pintu gerbang sehingga menimbulkan bunyi keras. Warga yang mendengar kegaduhan itu segera melaporkannya kepada petugas keamanan.”
Nyonya Felina ikut tertawa. Sebenarnya, kunci itu hanya kunci biasa. Bukan kunci ajaib. Itu hanya siasat Nyonya Felina dan Pak Jiman untuk menjebak pencuri yang akhir-akhir ini meresahkan warga. Jadi, hanya Nyonya Felina dan Pak Jiman yang tahu hal itu. Namun, mereka tetap akan merahasiakannya. Mereka berjanji akan selalu bekerjasama demi keamanan lingkungan.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke Rumah Kurcaci Pos. Tidak diperkenankan menggunakan konten di blog ini, tanpa seizin Kurcaci Pos. Terima kasih.